DomaiNesia

Wednesday, August 18, 2021

4 Fakta Kendaraan Beroda Empat Dinas Gres Gubernur-Wagub Sumbar Yang Bikin Gempar

Gubernur Mahyeldi menemukan proteksi obat-obatan dari Presiden Jokowi untuk penanganan COVID di Sumbar
Gubernur Sumbar (Foto: Jeka Kampai/detikcom)

Jakarta -

Pembelian mobil dinas gres untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sorotan, alasannya yaitu berbelanja kendaraan beroda empat di tengah pandemi COVID-19. Mobil gres itu juga telah dipakai selama 1 bulan.

Dua unit kendaraan beroda empat dinas gres itu yaitu Mitsubishi Pajero yang dipakai Gubernur Mahyeldi dan Hyundai Palisade untuk Wagub Audy Joinaldy. Berikut fakta-fakta kendaraan beroda empat dinas gres untuk Gubernur dan Wagub Sumbar:

1. Mobil Lama Rusak

Mahyeldi menyampaikan pengadaan kendaraan beroda empat dinas gres dianggarkan alasannya yaitu kendaraan beroda empat usang telah tidak sanggup dipakai lagi. Ada beberapa bagian kendaraan beroda empat yang telah rusak.

"Mobil usang ndak fix. Remnya blong dan segala macam. Yang usang berulang kali ada gangguan transmisinya meskipun telah kita servis, jadi tidak safety," ungkapnya.

"Mobil yang kita gunakan, yang usang itu, saya berulang kali ada gangguan transmisi. Walaupun sanggup kita servis, maka tidak safety, sehingga saya pinjam kendaraan beroda empat dari OPD lainnya hingga kendaraan beroda empat yang gres ini ada," lanjutnya.

2. Alokasi Anggaran Rp 1,4 M

Dia juga menyebut budget yang dialokasikan untuk berbelanja kendaraan beroda empat itu Rp 1,4 miliar. Namun, beliau mengaku tidak tahu harga niscaya karena, kata Mahyeldi, bukan beliau yang berbelanja kendaraan beroda empat itu.

"Saya kira kendaraan beroda empat yang saya pakai budget yang dialokasikan Rp 1,4 M jikalau tidak salah. Kita beli yang di bawah itu. Kepala dinas juga ada yang menggunakan kendaraan beroda empat (baru)," katanya.

Menurutnya, kendaraan beroda empat dinas gres itu telah dipakai selama 1 bulan. Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat itu menyebut, ke depan, kendaraan beroda empat dinas di Pemprov Sumbar, akan disewa.

"Kita mempersiapkan kendaraan beroda empat di provinsi ini ke depan disewa saja, alasannya yaitu sehabis dijumlah menguntungkan untuk disewa. Dan telah ada OPD-OPD yang kendaraannya tidak begitu safety, maka kita silakan untuk menyewa," katanya menambahkan.

3. Mobil Wagub Lebih Mahal

Ternyata, harga dua kendaraan beroda empat dinas gres Mahyeldi dan Audy memiliki perbedaan. Perbedaanya itu terdapat dari harga.

Berikut rincian harganya:

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memberi tahu harga Pajero Sport 2021 mulai dari Rp 502,8 juta. Berikut rincian harga on the road Jabodetabek Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021:

- Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4x2 MT: Rp 502,8 juta
- Mitsubishi Pajero Sport Exceed 4x2 AT: Rp 517,8 juta
- Mitsubishi Pajero Sport GLX 4x4 MT: Rp 567,8 juta
- Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2 AT: Rp 575,7 juta
- Mitsubishi Pajero Sport Ultimate 4x2 AT: Rp 624,7 juta
- Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4x4 AT: Rp 733,7 juta.

Sedangkan harga All-new Palisade tersedia dalam beberapa varian warna eksterior, mulai timeless black, white cream, steel graphite, dan moonlight cloud.

Untuk opsi warna interior tersedia dalam Black Mono-tone, Black+Burgundy, dan Navy+Warm Grey. Sementara banderolannya, hadir dengan opsi 3 varian, Prime dengan harga Rp 777 juta, Signature dengan harga Rp 888 juta, dan Signature AWD dengan harga Rp 1,078 miliar. (on the road Jakarta).

Jika merujuk dari kisaran harga di atas, kendaraan beroda empat dinas milik Wagub Sumbar lebih mahal dibanding kendaraan gubernurnya.

4. Dinilai Tak Peka

Pembelian kendaraan beroda empat dinas gres itu mendapat kecaman dari parlemen. Anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, menilai Gubernur tidak memiliki kepekaan atas nasib masyarakatnya.

"Pengadaan kendaraan beroda empat dinas tak urgen sama sekali. Itu bukan keperluan mendesak," kata Nofrizon terhadap detikcom, Selasa (17/8).

Bagi mantan Wakil Ketua Pansus COVID-19 itu, pengadaan kendaraan beroda empat dinas gres di tengah pandemi ini ialah sesuatu yang tak elok.

"Sungguh tak anggun dan tak layak dalam keadaan kini melakukan pengadaan kendaraan beroda empat dinas. Alasannya kendaraan beroda empat usang rusak. Memangnya Gubernur cuma punya satu mobil. Cek di garasinya. Tak masuk nalar argumentasi yang dipakai," ujar politikus Partai Demokrat ini.

Nofrizon juga membandingkan Gubernur-Wakil Gubernur dengan Ketua DPRD Sumbar Supardi. Kader Partai Gerindra tersebut hingga kini masih menggunakan kendaraan beroda empat dinas usang periode sebelumnya.

"Ini beda jauh. DPRD sungguh paham keadaan sehingga tidak menganggarkan berbelanja kendaraan beroda empat dinas baru. Sedangkan Gubernur kita punya kendaraan beroda empat baru, meskipun masyarakatnya hidup sulit terdampak Corona," katanya lagi

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade menilai pemimpin Sumatera Barat itu tidak memiliki tenggang rasa dan sense of crisis. Menurut Andre, argumentasi bahwa kendaraan beroda empat dinas gres telah dianggarkan di APBD ialah sesuatu hal yang tidak sanggup diterima.

"Masyarakat sedang menderita. Pandemi merusak sumber-sumber ekonomi rakyat. Lha pemimpinnya gagah-gagahan beli kendaraan beroda empat dinas baru. Ini nggak benar namanya," kata Andre.

Anggota dewan perwakilan rakyat RI itu menyinari beberapa langkah penanganan COVID-19 yang terhenti di zaman Mahyeldi memimpin Sumatera Barat.

"Dulu di zaman Irwan Prayitno-Nasrul Abit jadi Gubernur-Wakil Gubernur, ada layanan PCR-swab gratis di bandara. Tapi, sejak Mahyeldi memimpin, telah tidak ada lagi. Dulu, Labor Unand juga mendapat pasokan budget yang cukup untuk melakukan investigasi sampel COVID di kala pemimpin dulu, namun kini juga telah nggak ada. Kita bahagia penanganan COVID periode dahulu ditangani secara maksimal. Tapi di periode gubernur sekarang, penanganannya telah tidak menyerupai itu lagi, sehingga kasus kembali melambung tinggi," katanya.

"Bagaimana sanggup kita berharap penanganan COVID serius ditangani jikalau begini. Visi-misinya sebelum jadi gubernur akan mengatasi COVID. Tapi kini bagaimana? Gubernur beli kendaraan beroda empat dinas gres yang harganya miliaran rupiah di saat pandemi menyerupai ini. Dulu alasannya tidak sanggup melakukan penyekatan PPKM atau mendukung berdirinya posko alasannya yaitu tidak ada anggaran. Tapi kini sanggup kendaraan beroda empat baru," tambah Andre.



Simak Video "Gubernur Sumbar Jawab Kabar Pembelian Mobdin Baru di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]

No comments:

Post a Comment

Pan: Interpelasi Anies Soal Formula E Kurang Tepat

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani. (Foto: Dok. Pribadi) Jakarta - Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP dan PSI hendak merekomenda...