DomaiNesia

Wednesday, July 1, 2020

Ingat! Tidak Boleh Balik Kampung Di Saat Idul Fitri 2021, Ini Alasannya

Ingat! Tidak Boleh Balik Kampung Di Saat Idul Fitri 2021, Ini Alasannya 
  Pemerintah keluarkan larangan pulang kampung Idulfitri 2021. Foto: Grandyos Zafna

Jakarta - Terkait upaya penanganan COVID-19 di Indonesia, pemerintah melarang mudik Lebaran 2021. Hal itu sudah dipastikan dalam rapat menteri, Jumat (26/3/2021).

"Larangan mudik akan dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 dan sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau pada penduduk untuk tidak menjalankan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar tempat kecuali sungguh-sungguh dalam kondisi mendesak dan perlu" ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Dalam peluang lainnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, larangan pulang kampung tahun ini berencana memulihkan Indonesia dari pandemi.

Mulai dari upaya menekan kasus, pemerintah berharap dapat menangani imbas pandemi lainnya, tergolong dalam sektor ekonomi dan pariwisata.

"Nggak punya opsi banyak. Pengalaman Eropa dan India, begitu dibuka (wilayah) pribadi naik 30 persen. Itu kita nggak mau. Sudah dipastikan di rapat kabinet, libur Idulfitri kita hold saja dulu," ungkapnya dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga : Sedot Wc Makassar

Pemerintah melarang pulang kampung tak mengecualikan perjalanan liburan, tergolong ke salah satu destinasi favorit, Bali. Pasalnya bareng wilayah pulau Jawa, Bali sekarang tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19.

Diharapkan, larangan perjalanan ke Bali di periode libur Mei mendatang dapat mengimbangi penggencaran vaksinasi dalam rangka menangani pandemi.

Luhut menjelaskan, Bali mempunyai potensi menjadi wilayah zona hijau apabila vaksinasi dijalankan dengan gencar dan konsisten, diimbangi dengan larangan pulang kampung dan pembatasan mobilitas, utamanya pendatang dari luar wilayah.

"Kalau bulan April hingga Mei kita dapat tambah 1 juta, saya kira kita sudah nyaris 3 juta divaksin. Bali ini kita inginkan dapat jadi greenzone. Memang dilarang lihat Indonesia itu pribadi makro. Lihat mikro-mikro saja per kepulauan, per daerah," pungkasnya.

Baca Juga : sedot wc medan




Tuesday, June 30, 2020

Alasan Pemerintah Larang Balik Kampung Idul Fitri 2021

Alasan Pemerintah Larang Balik Kampung Idul Fitri 2021 
  Mudik idul fitri dilarang. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta - Pemerintah resmi melarang perjalanan balik kampung idul fitri 2021. Upaya ini disebut selaku salah satu cara untuk menanggulangi penyebaran virus Corona.

Larangan mudik akan dimulai dari 6-17 Mei 2021 dan berlaku bagi seluruh kalangan. Pemerintah mengimbau biar penduduk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan di tanggal tersebut kecuali dalam kondisi mendesak dan perlu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan kebijakan ini juga terkait upaya pemerintah untuk menggencarkan kegiatan vaksinasi nasional semaksimal mungkin. Seperti yang diketahui, vaksinasi di Indonesia masih mencakup lambat dan larangan balik kampung berniat untuk mempercepat penyuntikan.

Selain itu, pengambilan keputusan pelarangan balik kampung juga menyaksikan pengalaman sebelumnya adalah angka kesakitan dan maut jawaban COVID-19 condong naik usai libur panjang.

Baca Juga : Sedot Wc wilayah Makassar

"Angka maut COVID-19 sehabis berulang kali libur panjang, utamanya sehabis libur Natal dan Tahun Baru 2021 tinggi, sehingga dikehendaki tindakan tegas dalam menangkal hal tersebut tidak terulang kembali," kata Muhadjir.

Dalam peluang lain, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, larangan balik kampung tahun ini berniat memulihkan Indonesia dari pandemi, mulai dari menekan kasus sampai menangani efek pandemi yang lain seumpama pemulihan sektor ekonomi.

"Nggak punya opsi banyak. Pengalaman Eropa dan India, begitu dibuka (wilayah) pribadi naik 30 persen. Itu kita nggak mau. Sudah dipastikan di rapat kabinet, libur Idulfitri kita hold saja dulu," ungkapnya dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga : Solusi Sedot wc di Medan




Monday, June 1, 2020

Luhut Target Herd Immunity Di Bali Terbentuk Juli 2021

Luhut Target Herd Immunity Di Bali Terbentuk Juli 2021 
  Menteri Luhut menargetkan herd immunity di Bali tercapai pada Juli 2021. Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Jakarta - Melihat sasaran vaksinasi COVID-19 'ngebut' di Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memprediksi herd immunity di Bali tercapai pada Juli 2021. Dengan harapan, pintu masuk untuk pelancong absurd sanggup secepatnya dibuka kembali.

Ia menyebut pandemi COVID-19 yang sudah melanda Indonesia selama 14 bulan berpengaruh berpengaruh pada sektor ekonomi pariwisata.

Hingga kini sesuai peraturan terkait penanganan pandemi, pelancong absurd masih tidak boleh masuk ke Indonesia, tidak terkecuali destinasi rekreasi Bali.

"Tapi peraturan itu lagi kita penilaian alasannya yakni kini ini kita upayakan hingga bulan depan kita sudah sanggup menjalankan vaksinasi terhadap 1,8 juta orang atau akrab 2 juta dan bulan April hingga Mei kita sanggup tambah 1 juta orang sehingga bulan Juli cita-cita kami sudah terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan Bali jadi green zone," ujar Luhut dalam rilis pers, dikutip Rabu (31/3/2021).

Baca Juga : Sedot Wc kota makassar yang terbaik

Dalam peluang sebelumnya Luhut menyebut, bila penggencaran vaksinasi secara efektif diseimbangi pembatasan perjalanan ke Bali pada periode libur Mei mendatang, Bali mempunyai potensi besar menggaet status zona hijau dalam kurun waktu 4 bulan mendatang.

"Bali ini kita kehendaki sanggup menjadi green zone. Memang tidak boleh lihat Indonesia itu eksklusif makro. Lihat mikro-mikro saja per kepulauan, per daerah," ungkapnya dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Turut hadir dalam jumpa pers, Gubernur Bali Wayan Koster berharap sebanyak 2,5 hingga 4,5 juta penduduk Bali sudah disuntik vaksin COVID-19 per Juli 2021.

Pihaknya sudah merencanakan tiga zona hijau yang diplot selaku area bebas COVID-19 yakni Ubud, Nusa Dua, dan Sanur. Ditargetkan, ketiga kawasan tersebut beres pada April 2021. Tak lain, mudah-mudahan pada bulan Juli Bali sudah sanggup menerima kembali kunjungan wisatawan.

Baca Juga : Solusi Septitank full



[Gambas:Video 20detik]
herd immunityvaksin covid-19vaksin coronacovid-19virus coronabali

Friday, May 1, 2020

Awas! Paksa Balik Kampung Dapat Timbulkan Lonjakan Urusan Covid-19 Baru

Awas! Paksa Balik Kampung Dapat Timbulkan Lonjakan Urusan Covid-19 Baru 
  Foto: Rengga Sencaya

Jakarta - Pelarangan balik kampung dari sudut pandang kesehatan di saat pandemi COVID 19 dinilai selaku langkah yang tepat. Pasalnya, memaksakan balik kampung dalam keadaan menyerupai di sekarang ini dapat memunculkan lonjakan masalah kasatmata COVID-19.

Menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany, penularan virus COVID-19 terjadi antar insan dalam jarak dekat, tidak lewat mediator menyerupai flu burung. Sehingga penyelesaian terbaik yaitu bikin jarak atau kontak antar insan sedikit mungkin.

"Mudik mempunyai potensi bikin kerumunan, baik di saat perjalanan maupun di kampung halaman. Apalagi, jika berkumpul itu sifat insan kerap lupa mempertahankan jarak atau menerapkan protokol kesehatan. Ini jika tidak dikendalikan akan memunculkan masalah baru," ungkapnya dalam keterangan tertulisThabrany, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga : Sedot Wc Lokasi Makassar Sangat Murah

Dia menuturkan di sekarang ini dengan teknologi, silaturahmi dapat dijalankan dengan telepon atau video call kapan saja. Menurutnya, soal pikiran balik kampung dapat menggerakkan ekonomi tempat di saat pandemi di saat ini, banyak hal lain yang bisa dijalankan selain mudik.

"Misalkan, biaya balik kampung yang nilainya tak sedikit dapat dialihkan untuk investasi di darah. Menurutnya, biaya balik kampung sekeluarga itu tidak murah, bahkan mungkin dapat untuk berbelanja sebidang tanah di daerah," tuturnya.

Lagi pula, kata dia, di sekarang ini amat mudah mengirim duit untuk keluarga atau sanak kerabat di tempat lewat layanan perbankan. Uangnya tetap dapat dibelanjakan di kampung halaman dan roda perekonomian di tempat tetap berlangsung tanpa mesti mudik. Atau bisa juga biaya balik kampung dialihkan untuk menolong yayasan yatim piatu atau forum pendidikan.

"Jadi biaya balik kampung dapat digunakan hal yang lebih produktif," katanya.

Baca Juga : Sedot septitenk medan kota

Sebaliknya, jika timbul lonjakan masalah gres sebab memaksakan balik kampung justru akan memunculkan pemerintah mau tidak mau akan mengerjakan pengetatan lagi yang memunculkan juga orang kian tidak bergerak ekonomi juga tak bergerak. Sehingga jangka panjangnya, jika tidak tidak boleh balik kampung justru pengaruh kemajuan ekonomi akan lebih besar.

"Karena lonjakan masalah gres akan memunculkan reaksi cemas baru. Ekonomi melambat juga," pungkasnya.




[Gambas:Video 20detik]
mudik 2021larangan balik kampung 2021covid-19kpcpen

Vaksin Nusantara Sarat Drama, Vaksin Merah Putih Apa Kabar?

Vaksin Nusantara Sarat  Drama, Vaksin Merah Putih Apa Kabar? 
  Lembaga biologi molekuler Eijkman merupakan salah satu pengembang vaksin merah putih (Foto: 20Detik)

Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi yang menaungi konsorsium vaksin merah putih dilebur dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kelanjutan sejumlah riset vaksin COVID-19 jadi pertanyaan banyak orang.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa segala keputusan yang diambil oleh pemerintah sudah lewat banyak sekali pertimbangan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tergolong soal vaksin merah putih.

"Pastinya keputusan yang hendak diambil merupakan keputusan yang memiliki kerugian seminim-minimnya dan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya," ucap Wiku dalam pertemuan pers BNPB, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga : Solusi Sedot Wc yang mudah di Makassar

Wiku pun berharap penduduk sanggup mendukung peleburan tersebut. Menurutnya, keputusan ini ditangani untuk kepentingan masyarakat.

"Pemerintah berkomitmen untuk tetap meneruskan proses pengembangan vaksin merah putih, alasannya vaksin ini tidak hanya menyelesaikan kapasitas vaksin di tingkat nasional, tetapi juga global." terang Wiku,

"Mengingat masih ada kurang lebih 130 negara yang belum terakses vaksin COVID-19 sama sekali," lanjutnya.

Terlebih, kata Wiku, vaksin merah putih merupakan hasil inovasi anak bangsa dan merupakan aset intelektual negara untuk investasi jangka panjang bagi Indonesia. "Pengembangan vaksin ini niscaya akan sepenuhnya disokong oleh pemerintah," tuturnya.

Baca Juga : Sedot Wc medan sangat membatu



[Gambas:Video 20detik]
vaksin merah putihvaksin coronavaksin covid-19virus coronakemenristekvaksin nusantara

Thursday, April 30, 2020

Waspadai Tulang Keropos, Apa Sih Gejalanya? Cek Di Sini

Waspadai Tulang Keropos, Apa Sih Gejalanya? Cek Di Sini 
  Tulang keropos (Foto: iStock)

JakartaOsteoporosis ialah keadaan ketika tulang mengalami kerapuhan, sehingga memicu tulang menjadi mudah keropos. Di dunia, terdapat 200 juta orang yang menderita osteoporosis. Jumlahnya pun terus bertambah.

Di Indonesia, dua dari lima orang Indonesia dipahami berisiko terkena osteoporosis. Sebanyak 8,9 juta permasalahan patah tulang yang terjadi setiap tahunnya dilaporkan disebabkan oleh osteoporosis.

Patah tulang sendiri ialah penyebab rasa nyeri, disabilitas, deformitas, dan kematian. Namun, menurut dr Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, Ketua Umum Perhitungan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) osteoporosis ialah salah satu jenis penyakit yang tidak bergejala.

"Jadi itulah bedanya penyakit osteoporosis dengan penyakit lainnya, ya. Penyakit yang yang lain mungkin ada ganjalan sakit kepala, demam, dan sebagainya. Kalau osteoporosis tidak ada tanda-tanda sama sekali," kata dr Bagus pada program webinar dalam rangka memperingati Hari Aktivitas Fisik dan Hari Kesehatan Sedunia, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga : Jasa Sedot Wc yang Beroperasi di Makassar

Disebutkan, keadaan tulang keropos ini tidak memicu tanda-tanda pada pengidapnya karena pengeroposan terjadi di dalam tulang. Saat tulang mengalami keretakan sampai memicu patah tulang, maka ketika itulah tanda-tanda berupa nyeri akan muncul.

"Karena pengeroposan terjadi di dalam tulang yang tidak memicu rangsangan nyeri dan sebagainya. Gejala itu gres timbul jika telah mengalami patah tulang atau retak pada tulang. Baru timbul nyeri," jelasnya.

Oleh alasannya yakni itu, pemenuhan keperluan kalsium, vitamin D dan berkala mengerjakan acara fisik sungguh diperlukan untuk menangkal terjadinya osteoporosis.

"Seseorang mesti aktif mengerjakan acara fisik sejak dini serta konsumsi asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, selaku investasi agar tulang cukup padat dan tetap maksimal sampai hari tua. Kurang bergerak (sedentari), kurang latihan fisik, atau olahraga tidak terorganisir juga akan menghemat tekanan pada tulang sehingga menghemat pembentukan tulang gres dan berakibat mengembangkan risiko tulang keropos atau osteoporosis," pungkas dr Bagus.

Baca Juga : Layanan sedot Wc medan



[Gambas:Video 20detik]
osteoporosistulang keroposkesehatan tulanghari kesehatan sedunia

Wednesday, April 1, 2020

Vaksin Hpv Gratis Nggak Sih? Ini Itung-Itungan Prilly Latuconsina

Vaksin Hpv Gratis Nggak Sih? Ini Itung-Itungan Prilly Latuconsina 
  Prilly Latuconsina bicara wacana harga vaksin HPV (Foto: Ismail/detikFoto)

Jakarta - Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang sanggup dicegah dengan vaksin HPV (Human Papilloma Virus). Ngomong-ngomong, vaksin HPV gratis nggak sih?

Tidak seumpama vaksin COVID-19 yang sampai ketika ini sanggup diakses secara gratis oleh siapapun, vaksin HPV belum tersedia secara gratis. Yang ingin suntik vaksin HPV, tentunya mesti membayar.

Mahal nggak? Jawabannya, relatif. Menurut aktris muda Prilly Latuconsina, harga vaksin HPV tidak mahal-mahal amat kalau dibandingkan dengan faedah yang didapat yaitu menghambat salah satu jenis kanker paling mematikan pada wanita.

"Coba kita hitung sehari sarat di mal, nonton bioskop udah 100 ribu, popcorn 50 ribu, duit bensin telah 150 ribu," papar Prilly dalam diskusi kanker serviks, Selasa (27/4/2021).

"Belum kalau makan. Makan sushi sekali makan 400 ribu. Seharian di mal sanggup vaksin kanker serviks yang mengamankan kita dari kanker serviks," lanjutnya.

Baca Juga : Cara Dan Strategi hasilkan Bitcoin Gratis

Prilly tak menampik bahwa bagi sebagian orang, vaksin HPV mungkin tidak murah harganya. Namun baginya, ini sanggup menjadi investasi jangka panjang. Jika tidak terlindungi kemudian kemudian sakit, ongkos yang mesti ditanggung jauh lebih besar.

"Mahal untuk investasi jangka panjang. Kita punya duit banyak, namun kita nggak punya income protection dan health protection, self protection, sama saja bohong," jelasnya.

HPV, virus yang mengakibatkan kanker serviks dan juga kutil kelamin, menular antara lain melalui kekerabatan seks yang tidak aman. Kanker serviks sendiri terbilang sungguh mematikan alasannya merupakan lazimnya gres terdeteksi ketika telah masuk stadium lanjut.

"Kita lebih baik menghambat ketimbang mengobati. Daripada kita telah menikah, telah sexually active, nggak sadar apa yang telah terjadi," kata Prilly.

Baca Juga : cara sedot wc medan kota



[Gambas:Video 20detik]
vaksin hpv gratisvaksin hpvhuman papilloma virushpvkanker servikskankerprilly latuconsina

Pan: Interpelasi Anies Soal Formula E Kurang Tepat

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani. (Foto: Dok. Pribadi) Jakarta - Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP dan PSI hendak merekomenda...